BAB I
Pendahuluan
A.
LATAR BELAKANG
1.
Tugas Mandiri merupakan tindak lanjut dan
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses pelaksanaan
Diklat Berjenjang Tingkat Dasar.
2.
Peserta diklat wajib menyelesaikan tugas
mandiri sesuai dengan pedoman pelaksanaan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar.
3.
Penentuan keberhasilan dalam menyelesaikan
tugas mandiri ditetapkan berdasarkan proses penilaian yang dilakukan secara
komprehensif, obyektif, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
4.
Penilaian terhadap keberhasilan pelaksanaan
Tugas Mandiri peserta diklat dilakukan melalui prosedur yang tepat, utuh dan
selaras dengan materi ajar yang diberikan.
5.
Penilaian dilakukan untuk mengukur kemampuan
yang dimiliki dan diaktualisasikan melalui pemecahan masalah atau kasus yang terjadi di lembaga PAUD
(tempat peserta diklat melaksanakan tugas mandiri).
B.
DASAR YURIDIS
1. Undang-Undang Dasar 1945.
2. Undang-Undang No 23 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Undang-Undang No 20 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
4. Peraturan Menteri No. 58 Tahun 2009
tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
5. Peraturan pemerintah No 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Standar
Pendidik.
C.
Tujuan Penyusunan Standar Operasional
Prosedur Pelaksanaan Tugas Mandiri Diklat Berjenjang Tingkat Dasar
Umum
Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Tugas Mandiri ini disusun agar
dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Tugas Mandiri
sebagai kelanjutan dari pelaksanaan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar PTK PAUD.
Khusus
1.
Menjadi pedoman bagi penyelenggara Diklat Berjenjang
Tingkat Dasar dalam menentukan kelulusan dan keberhakan peserta diklat atas sertifikat
kelulusan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar.
2.
Menjadi pedoman bagi penyelenggara Diklat Berjenjang
Tingkat Dasar dalam mensosialisikan pelaksanaan Tugas Mandiri kepada peserta
Diklat Berjenjang Tingkat Dasar.
3.
Menjadi pedoman bagi tim pendamping tugas mandiri
dalam melaksanakan tugas pendampingan selama kegiatan tugas mandiri
dilaksanakan.
4.
Menjadi pedoman bagi tim pemantau dan penilai tugas
mandiri dalam melaksanakan pemantauan dan penilaian pelaksanaan tugas mandiri.
5.
Menjadi pedoman bagi setiap peserta Diklat
Berjenjang Tingkat Dasar dalam pelaksanaan tugas mandiri, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan tugas mandiri.
1. Manfaat
Manfaat
yang dapat diambil setelah mengikuti kegiatan diklat ini adalah peserta /
pendidik lebih faham bagaimana cara mendeteksi dan menstimulasi tumbuh kembang
anak dan mengetahui ciri- ciri anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Sehingga
pendidik sedikit banyak dapat mengatasi hal-hal tersebut.
BAB II
Pelaksanaan
1. Waktu
·
Hari
senin tanggal 2 desember 2013 hingga tanggal 6 desember 2013 kami mengikuti
pelatihan diklat berjenjang tingkat dasar.
·
Pada
hari sabtu tanggal 7 desember 2013 hingga tanggal 7 januari 2013 kami
melaksanakan membuat laporan tentang apa yang kami dapat selama mengikuti
diklat hingga selesai.
2. Tempat
·
Lec Garum Jl. Raya Sawahan garum Kabupaten
Blitar.
·
Paud Terpadu Arrohmah,BTN Melati Indah Blok A No.08 Kepanjen Kidul Kota Blitar.
BAB III
Kegiatan
Yang Dilaksanakan Setiap Hari
1. Jadwal Kegiatan
Jadwal Kegiatan Tugas
Mandiri Diklat Tingkat Lanjut sebagai berikut :
a.
Hari ke- 1 – 5, Peserta melakukan
Observasi dan Mengidentifikasi.
b.
Hari ke- 6 – 9, Peserta menyusun rencana pembelajaran (RKM, RKH, dan evaluasi).
c. Hari ke-
9 – 15, Peserta melakukan kegiatan
pembelajaran di lembaga tempat melaksanakan tugas mandiri.
d. Hari ke-
16 – 24, Peserta melakukan diskusi umum, evaluasi dan perbaikan tugas mandiri yang dipimpin oleh pendamping tugas mandiri, serta mulai menyusun laporan
tugas mandiri.
e. Hari ke-
25, Peserta menyerahkan laporan tugas
mandiri.
2. Uraian Kegiatan
(halam
10)
1. Identifikasi/ Observasi Kegiatan
A. Pada hari ke 1 – 5 peserta pada saat ini sedang melakukan
observasi dan mengidentifikasi di masing – masing lembaganya pada hari ini
Pada
hari ke 6 – 9 peserta menyusun sebuah rencana pembelajaran yaitu ( RKM, RKH,
dan Evaluasi ) untuk memenuhi dan untuk kelancaran dalam pembuatan tugas
mandiri.
B. Pada hari ke 9 – 15 peserta melakukan kegiatan
pembelajaran di lembaga masing – masing kegiatan meliputi:
1.
Senin,
16 Desember 2013 anak bermain pada sentra persiapan
Anak
diajak mengenal ciptaan Allah, anak diajak berdo’a sebelum dan sesudah
melakukan kegiatan, menirukan gerakan pohon tertiup angin, mengurutkan pola
berdasarkan bentuk, menyebutkan tentang biji-bijian, antri menunggu giliran
mencuci tangan
2.
Selasa,
17 Desember 2013 anak bermain pada sentra cair dan alam
Anak
diajak berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan,melakukan gerakan berlari secara
stabil, membuat berbagai bentuk dari tanah liat,berjalan di setapak sawah, menghitung
jumlah padi yang di dapat,membantu teman saat melakukan kegiatan bermain.
3.
Rabu,
18 Desember 2013 anak bermain pada sentra cair dan alam
Anak
mengucapkan do’a sebelum dan sesudah kegiatan, melompat kedepan dan belakang
dengan 2 kaki, menunjukkan sebanyak-banyaknya tanaman menurut jenisnya,menjiplak
dau kering dengan menggunakan crayon, makan dan minum susu bersama teman-teman.
4.
Kamis,
19 Desember 2013
Anak memp
berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan, tertib saat diabsen, menangkap bola lurus
kedepan, menanam biji sawi,mencocok gambar sawi, mewarna gambar wortel dengan
kunyit,menunggu giliran saat cuci tangan.
5.
Jum’at,
20 Desember 2013
Anak
diajak bernynyi bersama, menirukan gerakan bebek berjalan, melompat dari
ketinggian 20 cm, menghitung banyak benda, mengenal bentuk geometri, membedakan
benda yang kasar dan halus, membereskan mainan setelah selesai bermain.
2. Penataan Tempat Main
Guru
bertanggung jawab dalam mengatur tempat main anak, hal yang perlu dilakukan
adalah:
a.
Menyiapkan
dan menata bahan, alat main sesuai dengan rencana dan jadwal kegiatan hari itu
b.
Penataan
alat main harus mencerminkan rencana pembelajaran yang sudah dibuat.
c.
Penataan
alat dan tempat main dilakukan setelah anak ank pulang atau sebelum anak anak
datang
3. Penyambutan Kedatangan anak
Saat
anak datang guru menyambut murid dengan senyum dan memposisikan diri sejajar
dengan anak sehingga guru jongkok. Kemudian anak diarahkan untuk bermain bebas
smbil menunggu kegiatan dimulai
4. Main Pembukaan dan ikrar bersama
Guru
mengajak semua anak untuk berbaris dengan memegang pundak teman lalu
menyebutkan kegiatan pembuka yang akan dilakukan. Kegiatan pembuka bisa
kegiatan permainan tradisional, gerak dan lagu, senam dan sebagainya. Agar anak
tidak bosn sebaiknya permainan dibuat berganti-ganti. Jenis permainan juga bisa
dikaitkan dengan tema dan rencana kegiatan harian.
5. Transisi Menuju Kelompok
Setelah selesai main pembuka bersama guru, anak anak
diajak untuk antri bersih bersih diri.
6. Pijakan Sebelum Main
Guru
duduk bersama anak dalam posisi melingkar. Guru memberi salam pada anak anak,
menanyakan kabar anak-anak. Anak – anak diminta memperhatikan sekeliling dan
menyebutkan nama nama temannya yang tidak hadir, dalam hal ini kita katakan
yang belum datang.
Secara
bergiliran anak diminta untuk memimpin do’a, setelah itu guru menyampaikan tema
dan sub tema yang akan dimainkan pada hari tersebut. Penyampaian cerita
disesuaikan dengan tema. Dan berkaitan dengan kegiatan main yang akan dilakukan
anak.
Dalam
hal ini guru harus mengaitkan kemampuan apa yang diharapkan muncul pada anak,
sezuai dengan reencana kegiatan pembelajaran yang telah disusun. Guru menjad
fasilitator dalam aturan main. Sebab aturan main yang membuat adalah anak anak
sendiri. Aturan main harus berkaitan dengan teman main, memilih mainan, cara
menggunakan mainan, kapan memulai main dan mengakhiri main dan aturan untuk
membereskan semua mainan kembali rapi ditempatnya.
Setelah
anak siap untuk main, guru mempersilakan anak untuk mulai bermain dengan
bergiliran dalam kesempatan bermainnya sesuai dengan densitas atau macam mainan
yang disediakan.
7. Pijakan Saat Main
Beri
anak cukup waktu untuk main agar gagasan main tuntas dilakukan. Waktu yang
diperlukan anak untuk menyelesaikan gagasannya sekitar 40 – 60 menit.
Saat
anak asyik bermain, guru berkeliling untuk memantau kegiatan anak. Memberi
contoh atau bantuan pada anak yang belum bisa menggunakan bahan atau alat.
Berikan pujian pada pekerjaan yang disukai. Pancing gagasan anak dengan
pertanyaan. Catat kegiatan yang dilakukan anak ( jenis main dan thapan yang
dicapai ) kumpulkan hasil kerja anak dengan nama dan tanggalnya dilembar kerja
anak. Bila waktu tinggal 5 menit, beri tahu anak anak untuk bersiap siap
menyudahi kegiatan mainnya.
8. Waktu Beres – beres
Anak –
anak ajak membereskan mainan dengan menempatkan alat main pada tempatnya. Saat
beres-beres bisa dilakukan sambil bernyanyi lagu beres beres atau lagu lainnya.
Bila anak belum terbiasa membereskan mainan, guru dapat membuat mainan yang
menarik. Sehingga anak dapat mengelompokkan alat main sesuai dengan tempatnya.
Setelah
beres-beres persilakan anak anak untuk membersihkan diri, ganti pakaian bila
kotor atau basah. Dan minim dengan antri
9. Makan Bekal Bersama
Makan
bekal bersama merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Anak anak
boleh membawa makanan ringan dari rumah. Sebelum makan bersama guru mengecek
makanan apakah ada anak yang mau memberi makanan tanyakan siapa yang mau
memberi makanan pada teman. Kegiatan ini merupakan cara awal mengenalkan konsep
berbagi .
Guru memberi tahu jenis makanan sehat dan yang tidak
sehat. Membiasakan tata cara makan yang baik. Libatkan anak untuk membereskan
bekas makanan dan membuang bungkus ketempat sampah.
10.
Pijakan
Setelah Main
Bila
anak sudah rrapi mereka diminta untuk melingkar bersama guru. Guru bertanya
pada setiap anak secara bergiliran, tentang kegiatan main yang telah dilakukan.
Menanyakan kembali untuk melatih daya ingat anak, menambah kosa kata dan
berbicara secara runtut sesuai pengalaman mainnya .
Jika anak yang
pendiam mengalami hambatan dalam bicara, berilah kesempatan yang lebih banyak,
untuk berbicara dan bertanya.
11.
Kegiatan
Penutup
Dalam kegiatan
penutup ini guru dapat mengajak anak bernyanyi selain itu guru juga
menyampaikan rencana kegiatan lain esok dan menganjurkan ank untuk melanjutkkan
permainan yang sama dirumah.guru meminta anak secara bergiliran saat pulang
bisa dilakukan dengan mengeja namanya satu persatu.
A.
Hasil
Yang Diperoleh
1.
Memperdalam
pengetahuan pesrta Diklat Berjenjang Tingkat Dasar yang telah didapat pada saat
Diklat Berjenjang Tingkat Dasar
2.
Mengaplikasikan
keterampilan dan pengetahuan pesrta tugas mandiri sesuai dengan materi Diklat
yang diperoleh dari Diklat berjenjang Tingkat Dasar.
3.
Meningkatkan
kompetensi pesrta Diklat berjenjang tingkat dasar dalam menyelesaikan masalah
dan kendala. Berdasarkan pengalaman yang ditemukan dilembaga tempat tugas
mandiri dilaksanakan.
4.
Meningkatkan
kualitas pendidik dan menyelaraskan sikap perilaku pendidik anak usia dini.
5.
Menambah
pengetahuan peserta tugas mandiri dalam hal keterampilan menulis dan menyusun
laporan kegiatan.
6.
Memberi
bekal tambahan bagi peserta tugas mandiri dalam hal keterampilan berbagi
pengetahuan pada teman sejawat.
7.
Memberi
bekal tambahan bagi peserta tugas mandiri dalam hal keterampilan bekerjasama
dengan teman sejawat dan pendamping.
BAB IV
Permasalahan
dan Pemecahan
B. Permasalahan (halman 12)
Dari pelaksanaan kegiatan mengajar
guru dalam kelas terdapat beberapa masalah yang muncul diantaranya:
1. Anak tidak mau mengikuti kegiatan melompat karena anak
anak takut dengan ketinggian
2. Anak tidak mau untuk diajak membuat
benda dari tanah liat karena takut
dengan jijik
3. Anak tidak mau berbagi makanan atau jajan karena itu
jajan kesukaannya
C. Pemecahan
Dari permasalahan yang muncul, guru memperoleh pemecahan
dari permasalahan yang dihadapi pada saat kegiatan bermain, meliputi :
1. Guru mengajak anak untuk mencoba melompat dari tempat
yang terendah dengan cara memberikan contoh, membimbing anak dan juga memberi
reward untuk anak yang mau melakukan
2. Guru memberi contoh dan dorongan atau motivasi pada anak
dan mengajak anak untuk memegang tanah liat dan mengajak
bermain, serta memberi reward
pada anak
3. Pengasuh mengajak anak untuk berbagi kesesama teman dan
menjelaskan jika berbagi itu disayang Tuhan. Selain itu guru mengajak anak
untuk mencampur bekal kue semua anak kemudian makan bersama – sama.
BAB V
Penutup
1. Kesimpulan
(halaman 16)
Pedoman pelaksanaan
tugas mandiri yang telah disusun diharapkan dapat menjadi acuan sehingga
kegiatan tugas mandiri sebagai rangkaian dari kegiatan Diklat Berjenjang
Tingkat Dasar dapat lebih optimal pelaksanaannya. Tugas mandiri merupakan
rangkaian yang tidak terpisahkan dengan kegiatan pembelajaran dilembaga PAUD
dengan kegiatan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar, dilakukan dalam rangka
pencapaian tujuan atau menyamakan persepsi dalam menyelenggarakan pembelajaran
PAUD dan merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidik PAUD di
indonesia.
2. Saran
(halaan 16)
Oleh karena itu, pedoman
ini kiranya dapat dimanfaatkan sebagaimana perlunya, kekurangan – kekurangan
yang terdapat didalamnya akan terus diperbaiki demi kesempurnaan pelaksanaan
program tugas mandiri sebagai lanjutan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dan
semoga dengan adanya Diklat Berjenjang Tingkat Dasar ini, menjadikan peserta
pendidik lebih mengerti dan memahami cara mendidik yang lebih baik dan
mengupayakan peningkatan mutu pendidik PAUD di indonesia. Dalam kami membuat
laporan sungguh amat sangat kurang maupun jauh dari kesempurnaan. Jadi kami
mengharapkan saran yang membangun untuk kesempurnaan laporan tugas mandiri ini.
Terima kasih
DAFTAR PUSTAKA
Fridaani, lara ; Wulan, Sri; Pujiastuti, Sri
Indah. 2008. Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini Jakarta : Universitas
Terbuka
Musfiroh, Tadkiroatun. 2008. Pengembangan
Kecerdasan Majemuk. Jakarta ; Universitas Terbuka
Gunarti, Winda; Suryani, Lilis; Muis,
Azizah.2008. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini
Jakarta : Universitas Terbuka
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Jakarta:
BP. Dharma Bhakti
Wijana, Widarmi D dkk. 2008. Kurikulum
Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka
Djamarah,
Syaiful Bachri. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :
Rineke Cipta.
Prawiradilaga, Dewi Salma. 2007. Prinsip
Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Permada Media Group.
Seefeldt,
Carol & Barbara A . Wasik . 2008. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta :
PT. Indeks
ADAKAH CONTOH LAPORAN DIKLAT BERJENJANG TINGKAT LANJUTAN, KALO ADA MOHON DIKIRIMKAN KE ALAMAT EMAIL SAYA aanalislah@gmail.com
BalasHapusMohon maaf sebelumnya, seandainya ada contoh lapora tugas mandiri tingkat lanjut terbaru atau tahun 2017 bolehkah kami minta dikirimkan file nya ke email saya dwinuryati.908@gmail.com Terimakasih.
BalasHapus